HEADLINE NEWS

Begini Cara Mudah Mengatur Pernafasan Saat Berolahraga


Bernafas merupakan salah satu proses kehidupan yang dilakukan tiap makhluk hidup. Kegiatan tersebut berlangsung alami dalam tubuh tanpa kita mengaturnya dan tidak merasa lelah. Ada dua mekanisme pernafasan yaitu menghirup udara (inspirasi/ inhale) dan melepaskan udara (ekspirasi/ exhale). Ritme bernafas akan tergantung oleh aktivitas yang dilakukan oleh manusia.

Ketika dalam kondisi tenang atau santai, maka frekuensi pernafasan juga normal. Namun, ketika sedang beraktivitas berat seperti olahraga, maka frekuensi nafasnya juga semakin meningkat. Maka dari itu, penting sekali untuk mengetahui cara mengatur pernafasan saat berolahraga supaya kegiatan tersebut dapat memberikan banyak manfaat seperti berlangsung lebih lama, lebih ringan, dan mampu menenangkan pikiran. Nah, dengan latihan yang baik, teknik pernafasan berikut ini dapat Anda terapkan saat berolahraga yang sesuai.

Yoga

Dalam olahraga yoga, ada pose yang disebut dengan savasana. Postur tersebut memberikan relaksasi total dan termasuk pose dalam yoga yang paling sulit. Untuk mencapai relaksasi tersebut, diperlukan mekanisme pernafasan yang tepat. Bagaimana caranya? Pada saat posisi vritti atau duduk dengan kaki menyilang, maka dilakukan equal breathing. Teknik pernafasan ini mengatur supaya ritme menghirup dan melepaskan udara berlangsung dengan waktu yang sama.  

Berbeda lagi dengan pose yang lebih kuat yaitu ashtanga, vinyasa, ataupun power yoga. Maka, teknik pernfasan yang tepat adalah victorious breath. Teknik ini dilakukan melalui hdung dan bertujuan untuk mengatur kontraksi sekitar tenggorokan. 

Latihan Angkat Beban

Beda jenis olahraga, maka akan berbeda lagi teknik pernafasannya. Pada olahraga angkat besi atau angkat beban, teknik pernafasan yang dilakukan dengan melepas nafas bersamaan ketika mengerahkan tenaga. Hal ini masuk akal karena membantu otot kembali berkontraksi  untuk mengangkat beban dan mengatur keseimbangan pada pinggang. Bagaimana cara melakukannya? Misalnya Anda melakukan angkat beban pada posisi tiduran atau bress press. 

Maka, mekanismenya, keluarkan nafas secara perlahan dan kontinu ketika berusaha mengangkat beban. Kemudian,  ketika beban kembali diturunkan, hirup nafas. Ingat, ketika Anda mengalami kesulitan pada praktiknya, mintalah petunjuk dari instruktur profesional. Tak perlu takut pula untuk melepaskan nafas ketika sudah tidak kuat lagi. Hal ini karena bernafas lama-lama akan berakibat meningkatkan tekanan darah juga menghalangi aliran darah. Tentul, hal tersebut bukan yang diinginkan.

Berlari

Lari merupakan jenis olahraga yang simpel dan mudah dilakukan kapan saja dimana saja. Nah, supaya aktivitas berlari dapat berlangsung optimal, pastikan teknik pernafasannya diatur dengan baik. Pelari yang baik tentu memiliki postur berlari, tempo, dan perencanaan yang tepat sesuai jarak. Lalu, bagaimana mekanisme pernafasan yang baik saat berlari? Meski bukanlah aturan yang pasti, namun ketentuan pernafasan ini sering dilakukan oleh para pelari. Biasanya, proses inhale atau menarik nafas dilakukan satu kali setiap dua kali langkah. Cara mengatur pernafasan saat berolahraga adalah yang paling nyaman. Dengan kata lain, ambil dua langkah saat menghirup udara, dan ambil dua langkah lagi untuk mengeluarkan nafas. Begitu seterusnya.

Olahraga Keras (Sepakbola, Basket)

Mekanisme pernafasan pada jenis olahraga ini harus dikontrol supaya berlangsung dengan baik. Misalnya jika pemain sudah tahu akan bertubrukan dengan pemain lawan, sebaiknya ambillah nafas lebih dalam dan dipertahankan sampai terjadi tubrukan. Pengaruhnya, hal tersebut akan membuat pemain susah dijatuhkan selain melindungi diri. Gunakan pula teknik pernafasan perut daripada 
pernafasan dada.

Nah itulah beberapa cara mengatur pernafasan saat berolahraga. Jika masih bingung dan kesulitan, jangan sungkan untuk meminta bantuan dari pelatih atau instruktur profesional ya!

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *